Keajaiban menyertai masa kecil Syekh Abdul Qadir al-Jailani. Dikisahkan, ibunya mendekati masa menopause jelang kelahiran putranya itu. Saat masih bayi, anak lelaki itu ikut berpuasa saat Ramadhan. “Anakku tidak mau menyusu sejak pagi hingga waktu Maghrib tiba tatkala bulan puasa,” kata sang ibunda. Sang syekh juga pernah menuturkan kisah Sebuah Kisah Inspiratif di zaman Syekh Abdul Qadir Al-Jailani tentang perkara etika seorang wali murid. Ada seorang yang busuk hatinya ingin memfitnah Syekh Abdul Qadir dan ia terus berupaya mencari jalan untuk memfitnahnya. Maka suatu ketika ia membuat lubang di dinding rumah Syekh Abdul Qadir dan mengintipnya. Aku adalah pemberi nasihat dan pecinta. ALLOH Al-Haqq mencintaimu. Aku adalah utusan. Aku adalah jatah (bahagian) dari hal nubuwwah (sebagian kecil dari karunia ALLOH yang dianugerahkan kepada Nabi).” Syekh Abdul Qadir Al-Jailani dalam Mawa’idh Asy-Syekh Abdul Qadir Al-Jailani. Sumber: walijo.com Sejumlah pemberianmu yang tak terhitung. مصليا علی ختام الأنبيآء. Musholliyan ‘alâ khitâmil anbiyã’. Dengan sholawat kepada penutup para Nabi. والآل والصحب الهداة الأتقيآء. Wal ãli washshohbil hudâtil atqiyã’. Dan keluarga serta sahabat Nabi yang memberi petunjuk tuk bertaqwa Dalam lirik sholawat sidnan nabi ini mengandung arti pujian kepada kanjeng Nabi Muhammad SAW. Sholawat sidnan nabi hingga saat ini masih sering dibawakan di berbagai acara oleh grup-grup hadroh hingga qosidah. Selain itu para habaib juga selalu membawakan sholawat sidnan nabi ini saat ada event-event tertentu sebagai pengingat Nabi Muhammad SAW. Baca Juga: Kisah Syeikh Abdul Qadir Bersujud karena Pertanyaan Seorang Pemabuk; Dikisahkan, bahwa ibunda Syaikh Abdul Qadir al-Jailani pernah berkata, “Anak laki-lakiku, Abdul Qadir, dilahirkan di bulan Ramadhan yang mulia. Tidak peduli betapa kerasnya aku mencoba, dia menolak untuk menyusu di siang hari. .

lirik sidnan nabi syekh abdul qadir