Tirmidziyang berbunyi: "Ridho Allah itu tergantung ridho kedua orang tua dan murka Allah juga tergantung kepada murka kedua orangtua." (HR. Tirmidzi). Sehingga dalam surat Al-Isra ayat 23-24 kita TafsirKementrian Agama Republik Indonesia Surat Ar Ra'd Ayat 15. Hanya kepada Allah-lah manusia pantas memanjatkan doa.Karena itu, hanya kepada Dia pula seharusnya makhluk bersujud dan merendahkan diri. . Baca Al Quran, Sumber PexelsAl Isra merupakan surat ke-17 dalam Alquran yang terdiri oleh 111 ayat dan dikategorikan sebagai surat Makkiyah. Mengutip buku The Miraculous Night Journey Al Isra Wa Al Miraj oleh Arshia Shah, kata Al Isra artinya “perjalanan di malam hari”.Salah satu tema besar yang diangkat surat ini mengenai kaum Bani Israil. Di mana mereka setelah bangkit menjadi bangsa yang kuat, berubah menjadi bangsa yang menyimpang dari ajaran Allah. Cerita tersebut dapat dijadikan peringatan bagi umat Muslim. Jika seseorang meninggalkan iman, mereka juga akan runtuh seperti Bani yang dibahas dalam surat ini tak hanya tentang keruntuhan Bani Israil. Surat Al Isra juga menekankan kasih sayang kepada kerabat-kerabat, orang miskin, dan musafir, seperti yang tercantum dalam ayat 26 yang berbunyiوَاٰتِ ذَا الْقُرْبٰى حَقَّهٗ وَالْمِسْكِيْنَ وَابْنَ السَّبِيْلِ وَلَا تُبَذِّرْ تَبْذِيْرًاArtinya "Dan berikanlah haknya kepada kerabat dekat, juga kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan; dan janganlah kamu menghambur-hamburkan hartamu secara boros."Banyak hikmah yang bisa dipetik oleh umat Muslim dari surat di atas. Untuk memahami lebih dalam, makna dan asbabun nuzul surat Al Isra ayat 26 harus diketahui. Untuk mempelajari lebih lanjut, simak ulasan dan Asbabun Nuzul Surat Al Isra ayat 26Mengutip situs resmi Kementerian Agama RI, dijelaskan bahwa Allah SWT memerintahkan umat-Nya untuk memenuhi hak kerabat-kerabat, anggota keluarga, orang-orang miskin, dan juga musafir. Hak yang harus dipenuhi di antaranya mempererat tali persaudaraan, bersilaturahmi ke rumah mereka, dan bantu meringankan penderitaan yang sedang mereka alami. Bentuk hak yang diberikan tak harus berupa materi, tapi bisa juga memberikan kasih sayang dan rasa hormat. Jika semua hak tersebut terpenuhi, insyaAllah kita akan mendapatkan pahala yang ayat ini Allah juga melarang umat Muslim untuk menghambur-hamburkan harta serta bersikap boros. Sifat tersebut konotasinya negatif karena penggunaan harta tanpa perhitungan menjadi sangat mubazir. Penekanan ini bertujuan untuk membantu seorang Muslim agar menjadi lebih bijak dalam mengatur dari buku Asbabun Nuzul Sebab Turunnya Ayat Al-Quran oleh Imam As-Suyuthi, At-Thabrani meriwayatkan, ketika surat Al Isra ayat 26 diturunkan, Rasulullah SAW memberikan tanah yang diperoleh dari rampasan perang di Fadak, kepada Fatimah. Hubungi Kami Masjid Jami' Nurul Amal Jl. Ciledug Indah 2 Kampung Poncol TengahKota Tangerang, Banten 15158Indonesia Email dkm DONASI © MJNA All rights reserved. 2020 - 2023 Asbabun Nuzul Al-Quran Surat Al-Baqarah ayat 26 {إِنَّ اللَّهَ لَا يَسْتَحْيِي أَنْ يَضْرِبَ مَثَلا مَا بَعُوضَةً فَمَا فَوْقَهَا فَأَمَّا الَّذِينَ آمَنُوا فَيَعْلَمُونَ أَنَّهُ الْحَقُّ مِنْ رَبِّهِمْ وَأَمَّا الَّذِينَ كَفَرُوا فَيَقُولُونَ مَاذَا أَرَادَ اللَّهُ بِهَذَا مَثَلا يُضِلُّ بِهِ كَثِيرًا وَيَهْدِي بِهِ كَثِيرًا وَمَا يُضِلُّ بِهِ إِلا الْفَاسِقِينَ 26 Sesungguhnya Allah tiada segan membuat perumpamaan berupa nyamuk atau yang lebih rendah dari itu. Adapun orang-orang yang beriman, maka mereka yakin bahwa perumpamaan itu benar dari Tuhan mereka, tetapi mereka yang kafir mengatakan, "Apakah maksud Allah menjadikan ini untuk perumpamaan?'' Dengan perumpamaan itu banyak orang yang disesatkan Allah, dan dengan perumpamaan itu pula banyak orang yang diberi-Nya petunjuk. Dan tidak ada yang disesatkan Allah kecuali orang-orang yang fasik. Ibnu Jarir meriwayatkan dari as-Suddi dengan sanad-sanadnya, bahwa ketika Allah membuat perumpamaan bagi orang-orang munafik. Yaitu firman-Nya, 'Perumpamaan mereka seperti orang yang menyalakan api...' Al-Baqarah 17 dan firman-Nya, 'Atau bagaikan orang yang ditimpa hujan lebat dari langit...' Al-Baqarah 19. Orang-orang munafik itu berkata, 'Allah terlalu agung dan mulia untuk membuat perumpamaan - perumpamaan ini.' Maka Allah berfirman, 'Sesungguhnya Allah tidak segan untuk membuat perumpamaan ...' sampai firman-Nya, '... Mereka adalah oran-orang yang merugi.' Al-Baqarah 26-27. Al-Wahidi meriwayatkan melalui jalur Abdul Ghani bin Sa'id ats-Tsaqafi, dari Musa bin Abdul Rahman, dari Juraij, dari 'Atha, dari Ibnu Abbas, dia berkata, "Sesungguhnya Allah menceritakan tentang tuhan-tuhan orang-orang musyrik. Dia berfirman, '...Dan jika lalat itu merampas sesuatu dari mereka...' Al-Hajj 73. Dan Dia menyebutkan tipu daya tuhan-tuhan itu, Dia mengumpamakannya dengan rumah laba-laba. Maka orang-orang musyrik berkata, 'Tidakkah kalian perhatikan Allah menyebutkan lalat dan laba-laba dalam Al-Quran yang diturunkan kepada Muhammad, apa yang dapat Dia lakukan dengan keduanya?' maka Allah menurunkan ayat ini. Akan tetapi Abdul Ghani sangat lemah." Abdul Razzaaq berkata dalam tafsirnya, "Mua'ammar memberitahukan kami dari Qatadah, ketika Allah menyebutkan laba-laba dan lalat, orang-orang musyrik berkata, 'Untuk apa laba-laba dan lalat disebutkan?' Maka Allah menurunkan ayat ini." Ibnu Abi Hatim meriwayatkan dari al-Hasan, dia berkata, "Ketika ayat 'Wahai manusia, telah dibuat suatu perumpamaan ...' Al-Hajj 73 turun, orang-orang musyrik berkata, 'Ini tidak termasuk perumpamaan - perumpamaan.' Atau, 'Ini tidak menyerupai perumpamaan - perumpamaan.' Maka Allah menurunkan firman-Nya, 'Sesungguhnya tidak merasa segan untuk membuat perumpamaan ...' Al-Baqarah 26." Pendapat pertama sanadnya lebih benar dan lebih sesuai dengan awal surat. Penyebutan orang-orang musyrik tidak cocok dengan ayat ini sebagai ayat Madaniyyah. Riwayat yang kami sebutkan dari Qatadah dan al-Hasan, disebutkan oleh al-Wahidi dari mereka berdua tanpa sanad, dengan lafal, "Orang-orang Yahudi berkata...", dan ini lebih sesuai. PengaturanSettingsQur’anQur’an Per AyatQur’an Per verseQur’an Per KataQur’an Per wordWarna TemaThemeMode GelapDark ModeMode TerangLight ModeJenis PenulisanType of WritingUtsmaniIndopakUkuran TeksText SizePilih QoriChoose Qori Qur’an Al-Isra'26 Asbabun wa āti żal-qurbā ḥaqqahụ wal-miskīna wabnas-sabīli wa lā tubażżir tabżīrā Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya, kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan dan janganlah kamu menghambur-hamburkan hartamu secara boros. And give the relative his right, and [also] the poor and the traveler, and do not spend wastefully. وَءَاتِ وَاٰتِ dan berikanlah And give ذَا ذَا keluarga the relatives ٱلْقُرْبَىٰ الۡقُرۡبٰى yang dekat/kerabat the relatives حَقَّهُۥ حَقَّهٗ haknya his right وَٱلْمِسْكِينَ وَالۡمِسۡكِيۡنَ dan orang-orang miskin and the needy وَٱبْنَ وَابۡنَ dan orang and the wayfarer ٱلسَّبِيلِ السَّبِيۡلِ yang dalam perjalanan and the wayfarer وَلَا وَلَا dan jangan and do not تُبَذِّرْ تُبَذِّرۡ kamu memboroskan spend تَبْذِيرًا تَبۡذِيۡرًا‏ boros wastefully Asbabun Nuzul Ayat 26 Ath-Thabrani dan lainnya meriwayatkan dari Abu Said al-Khudri, ia berkata, "Ketika turun, "Dan berikanlah haknya kepada kerabat dekat." Rasulullah ﷺ memanggil Fatimah lalu memberinya tanah Fadak." Ibnu Katsir berkata, "Hadits ini pelik karena ia menyebutkan bahwa ayat tersebut Madaniyah. Padahal pendapat yang populer justru sebaliknya." Ibnu Mardawih meriwayatkan hadis serupa dari Ibnu Abbas. بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ وَاٰتِ ذَا الْقُرْبٰى حَقَّهٗ وَالْمِسْكِيْنَ وَابْنَ السَّبِيْلِ وَلَا تُبَذِّرْ تَبْذِيْرًا ﴿٢٦﴾ wa āti żal-qurbā ḥaqqahụ wal-miskīna wabnas-sabīli wa lā tubażżir tabżīrā Dan berikanlah haknya kepada kerabat dekat, juga kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan; dan janganlah kamu menghambur-hamburkan hartamu secara boros. 26 Sebab Turunnya Ayat At-Tabrani dan lainnya meriwayatkan dari abu said al-Khudri bahwa ketika turun, dan berikanlah kepada kerabat dekat haknya...’ Rasulullah memanggil Fatimah lalu memberinya Fadak. Ibnu Katsir berkata,”hadis ini bermasalah, sebab ia mengisyaratkan bahwa ayat ini surat Madaniyah, padahal menurut pendapat yang masyhur tidak demikian. Ibnu Mardawaih meriwayatkan hal serupa dengan Ibnu Abbas. PengaturanSettingsQur’anQur’an Per AyatQur’an Per verseQur’an Per KataQur’an Per wordWarna TemaThemeMode GelapDark ModeMode TerangLight ModeJenis PenulisanType of WritingUtsmaniIndopakUkuran TeksText SizeArabArabic''Latin''Pilih QoriChoose Qori

asbabun nuzul surat al isra ayat 26 27